Home » Taqwa »

Taqwa adalah kunci rezeki

Sering kita mendengar tentang kata taqwa, bahkan tak jarang para ulama mengingatkan tentang taqwa dan taqwa. Namun, tidak ada salahnya jika kita mengulas kembali disini tentang taqwa serta saling berbagi informasi tentang taqwa dan hal-hal yang berkaitan dengannya.

Para ulama telah menjelaskan apa yang dimaksud dengan taqwa.
Imam Ar-Raghib Al-Asfahani mendenifisikan bahwa Taqwa adalah menjaga jiwa dari perbuatan yang membuat berdosa, meninggalkan apa yang dilarang, dan menjadi sempurna dengan meninggalkan sebagian yang dihalalkan [Al-Mufradat Fi Gharibil Qur'an, hal 531]

Pada kitab yang lain, Imam An-Nawawi mendenifisikan taqwa dengan Mentaati perintah dan menjauhi laranganNya. Maksudnya adalah menjaga diri dari kemurkaan dan adzab Allah Subhanahu wa Ta’ala [Tahriru AlFazhil Tanbih, hal 322].

Imam Al-Jurjani juga menjelaskan bahwa Taqwa adalah menjaga diri dari siksa Allah dengan mentaati perintahNya, yakni menjaga diri dari pekerjaan yang kelak akan mengakibatkan siksa, baik dengan melakukan perbuatan atau meninggalkannya [Kitabut Ta'rifat, hal.68]

Dengan demikian, maka jelaslah bagi kita bahwa siapa yang tidak menjaga dirinya dari perbuatan dosa, membangkang dan mengabaikan perintah Allah berarti dia bukanlah orang yang bertaqwa.

Orang yang menceburkan dirinya  ke dalam maksiat sehingga ia pantas mendapat murka dan siksa dari Allah, maka secara sengaja ia telah mengeluarkan dirinya dari barisan dan golongan orang-orang yang bertaqwa.

Taqwa merupakan kunci rezeki, sebagaimana Allah berfirman dalam Al Qur’an:

Realisasikan taqwa pada ayat di atas adalah:

  1. Allah akan mengadakan jalan keluar baginya. Artinya, Allah akan menyelamatkannya sebagaimana di katakan Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma yaitu dari setiap kesusahan dunia maupun akhirat. [Lihat Tafsir Al-Qurthubi, 18/159]. Ar-Rabi bin Khutsaim berkata bahwa Dia (Allah) memberi jalan keluar dari setiap apa yang menyesakkan manusia [Zadul Masir, 8/291-292 ; Lihat pula, Tafsir Al-Baghawi, 4/357 dan Tafsir Al-Khazin, 7/108]
  2. Allah akan memberikan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka. Artinya, Allah akan memberi rizki yang tak pernah ia harapkan dan di angankan. [Lihat, Zaadul Masir, 8/291-292]

Al-Hafidz Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan bahwa makna barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah dengan melakukan apa yang diperintahkanNya dan meninggalkan apa yang dilarangNya, niscaya Allah akan memberinya jalan keluar serta rizki dari arah yang tidak disangka-sangka, yakni dari arah yang tidak pernah terlintas dalam benaknya [Tafsir Ibnu Katsir, 4/400]

Alangkah agung dan besar buah taqwa itu. Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata sesungguhnya ayat terbesar dalam hal pemberian janji keluar adalah Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya [Tafsir Ibnu Katsir, 4/400. Lihat pula, Tafsir Ibnu Mas'ud, 2/651]

Firman Allah dalam surat Al ‘Aaraf ayat 96:

Ayat yang mulia ini Allah menjelaskan bahwa seandainya penduduk negeri-negeri merealisasikan dua hal, yakni iman dan taqwa, niscaya Allah akan melapangkan kebaikan (kekayaan) untuk mereka dan memudahkan mereka mendapatkannya dari segala arah.

Menafsirkan firman Allah ini “Pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi”, Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘anhuma mengatakan niscaya Kami lapangkan kebaikan (kekayaan) untuk mereka dan Kami mudahkan bagi mereka untuk mendapatkannya dari segala arah [Tafsir Abi As-Su'ud, 3/253]

Janji Allah yang terdapat dalam ayat yang mulia tersebut terhadap orang-orang yang beriman dan bertaqwa mengandung beberapa hal:

  1. Janji Allah untuk membuka “baarakata” (keberkahan) bagi mereka. “al-baarakata” adalah bentuk jama’ dari kata “al-barakat”.  Imam Al-Baghawi berkata, Ia berarti mengerjakan sesuatu secara terus menerus [Tafsir Al-Baghawi, 2/183]. Atau seperti Imam Al-Khazin, Tetapnya suatu kebaikan Allah atas sesuatu [Tafsir Al-Khazin, 2/266]. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa makna kalimat “al-barakat” pada ayat di atas adalah bahwa apa yang diberikan Allah disebabkan oleh keimanan dan ketaqwaan mereka adalah kebaikan yang terus menerus, tidak ada keburukan atau konsekuensi apapun atas mereka sesudahnya. Tentang hal ini, Sayid Muhammad Rasyid Ridha berkata bahwa adapun orang-orang yang beriman maka apa yang dibukakan untuk mereka adalah berupa berkah dan kenikmatan, mereka senantiasa bersyukur kepada Allah, ridha terhadapNya dan mengharapkan karuaniaNya. Lalu mereka menggunakannya segala sesuatunya di jalan kebaikan, bukan pada jalan keburukan, untuk perbaikan dan bukan untuk merusak. Sehingga balasan bagi mereka dari Allah adalah ditambahnya berbagai kenikmatan di dunia dan pahala yang baik di akhirat [Tafsir Al-Manar, 9/25].  Syaikh Ibnu Asyur mengungkapkan bahwa makna “al-barakat” adalah kebaikan yang murni yang tidak ada konsekuensinya di akhirat. Dan ia adalah sebaik-baik jenis nikmat [Tafsir At-Tahrir wa Tanwir, 9/22]
  2. Kata berkah disebutkan dalam bentuk jama’ sebagaimana firman Allah “Pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berbagai berkah”. Ayat ini, sebagaimana disebutkan Syaikh Ibnu Asyur untuk menunjukkan banyaknya berkah sesuai dengan banyaknya sesuatu yang diberkahi.
  3. Alla berfirman “Berbagai keberkahan dari langit dan bumi”. Menurut Imam Ar-Razi, maksudnya adalah keberkahan langit adalah dengan turunnya hujan, keberkahan bumi dengan tumbuhnya berbagai tanaman dan buah-buahan, banyaknya hewan ternak dan gembalaan serta diperolehnya keamanan dan keselamatan. Hal ini karena langit adalah laksana ayah, dan bumi laksana ibu. Dari keduanya diperoleh semua bentuk manfaat dan kebaikan berdasarkan penciptaan dan pengurusan Allah. [At-Tafsirul Kabir, 12/185. Lihat pula, Tafsirul Khazin 2/266 dan Tafsir At-Tahrir wa Tanwir, 9/22]

Firman Allah:

Allah Tabaraka wa Ta’ala mengabarkan tentang Ahli Kitab, “Bahwa seandainya mereka mengamalkan apa yang ada di dalam Taurat, Injil dan Al-Qur’an”
[1]. Abdullah bin Abbas Radhhiyallahu anhuma dalam menafsirkan ayat tersebut, niscaya Allah memperbanyak rizki yang diturunkan kepada mereka dari langit dan yang tumbuh untuk mereka dari bumi.
[2]. Syaikh Yahya bin Umar Al-Andalusi berkata : Allah menghendaki “wallahu a’lam” bahwa seandainya mereka mengamalkan apa yang diturunkan di dalam Taurat, Injil dan Al-Qur’an, niscaya mereka memakan dari atas dan dari bawah kaki mereka. Maknanya, niscaya mereka diberi kelapangan dan kesempurnaan nikmat dunia [Kitabun Nazhar wal Ahkam fi Jami'i Ahwalis Suuq, hal 41]

Dalam menafsirkan ayat ini, Imam Al-Qurthubi mengatakan, Dan sejenis dengan ayat ini adalah firman Allah.

“Barangsiapa bertawa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya” [At-Thalaq : 2].

“Dan bahwasanya jika mereka tetap berjalan di atas jalan itu (agama Islam), banar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rizki yang banyak)” [Al-Jin : 16]

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berbagai keberkahan dari langit dan bumi” [Al-A'raf : 96]

Sebagaimana disebutkan dalam ayat-ayat di atas, Allah menjadikan ketaqwaan di antara sebab-sebab rizki dan menjanjikan untuk menambahnya bagi orang yang bersyukur, Allah berfirman “Jika kalian bersyukur, niscaya Aku tambahkan nikmatKu atasmu” [Ibrahim : 7] [Tafsir Al-Qurthubi, 6/241]

Karena itu, setiap orang yang menginginkan keleluasaan rizki dan kemakmuran hidup, hendaknya ia menjaga dirinya dari segala dosa. Hendaknya ia mentaati perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-laranganNya. Juga hendaknya ia menjaga diri dari yang menyebabkannya berhak mendapat siksa, seperti melakukan kemungkaran atau meninggalkan kebaikan.

[Disalin dari buku Mafatiihur Rizq fi Dhau'il Kitab was Sunnah, edisi Indonesia Kunci-Kunci Rizki Menurut Al-Qur'an dan As-Sunnah hal 19-27, Penerjemah Ainul Haris Arifin, Lc. Darul Haq]

Popularity: 100% [?]

Tags : ,

outside-link



Are you satisfied with this blog?
Why not subscribe our RSS Feed? you will always get the latest post.


Comments are closed.



free counters

Visitor Counter

Web Counters

Online Visitor